Kelompok bapak-bapak terlihat berkumpul di area pengolahan pupuk kandang. Mengingat potensi ternak yang besar di wilayah ini, edukasi mengenai teknik fermentasi yang benar menjadi materi yang paling dinantikan. Para bapak mengamati dengan seksama simulasi pencampuran bahan untuk memastikan limbah ternak mereka tidak lagi menjadi masalah lingkungan, melainkan beralih fungsi menjadi nutrisi tanaman yang bernilai ekonomis.
Di sudut lain, Kak Mei mendemonstrasikan pembuatan Eco Enzyme dengan sangat telaten di hadapan kelompok ibu-ibu. Kelompok ini tidak bekerja sendiri; adik-adik kecil di Sambirejo ikut terjun langsung membantu mencampur sisa kulit buah dan sayuran. Suasana yang tadinya khidmat berubah menjadi penuh tawa saat beberapa tren viral seperti gestur "kicau mania" dipraktikkan di sela-sela mengaduk bahan, menciptakan atmosfer belajar yang jauh dari kesan kaku.
Teman Aksi Solo Raya menjalankan peran sebagai pendamping lapangan secara totalitas. Mereka berbagi tugas, menyebar ke kelompok bapak-bapak untuk membantu teknis pupuk kandang, sekaligus membantu ibu-ibu memastikan takaran gula dan air untuk Eco Enzyme sudah sesuai prosedur.
Interaksi yang terjadi menunjukkan bahwa warga Sambirejo tidak hanya berperan sebagai penonton, melainkan pelaku aktif. Kolaborasi antara pengolahan pupuk organik dari ternak dan cairan pembersih alami dari dapur ini menjadi paket lengkap bagi upaya kemandirian warga dalam mengelola lingkungan secara mandiri dan berkelanjutan.
